Rabu, 10 Desember 2008

Microblogging, sadar ato tidak kalian telah melakukannya

Anda pernah menulis di Status Updates Facebook anda secara berkala dan kemudian teman - teman anda datang untuk ikut mengomentarinya yang akhirnya menjadi wadah berdiskusi disana?

Jika iya, maka saya simpulkan anda telah terkena wabah microblogging, sadar maupun tidak.

Microblogging adalah salah satu bentuk ngeblog yang memudahkan penggunanya untuk menulis informasi secara singkat. Seperti halnya mengubah Status Update di Facebook.

Biasanya layanan microblogging ini memiliki banyak cara untuk melakukan update seperti via Website maupun Handphone. Tujuannya jelas, memberi informasi terkini kepada para pembacanya.
Ada banyak yang bisa diinformasikan melalui microblogging ini, namun pada umumnya informasi yang ditulis pada sebuah layanan microblogging berkisar seputar :

1. Sekedar aktifitas rutin seperti mengucapkan Selamat Pagi, Selamat Siang..dan semacamnya
2. Menceritakan tentang aktifitas yang sedang / telah dilakukan oleh penulis,
seperti 'abis dari kosan temen, minta makan' atau 'ketauan belon mandi'

3. Opini seorang penulis atas informasi yang telah diolah dengan akal pikirannya,
misal 'Adam Malik adalah seorang agen CIA cuma konspirasi tak berbobot'

4. Ungkapan perasaan atau pernyataan penulis kepada / terhadap sesuatu / seseorang,
misal 'terus aja salahin gue!' atau 'bensin turun, masa tarif angkot gak turun?'

5. Gosip maupun berita yang sedang beredar di masyarakat,
seperti 'Chris John kalah sama Tukul' atau 'Tukul nantangin Chris John'

6. Informasi yang bersifat update maupun berita

Fenomena seperti ini pertama kali disajikan oleh sebuah layanan yang bernama Twitter. Bahkan ketika masa kampanye calon presiden Amerika yang lalu, Barrack Obama dan John Mc Cain saling berdebat menggunakan layanan microblogging ini. Tercatat, Barrack Obama memiliki 86.598 pembaca tetap, sedangkan John McCain memiliki 1.045 pembaca. Sebuah metode kampanye yang sangat ekonomis, cepat dan efektif mempengaruhi pola pikiran para pembaca fanatik dari kedua kandidat tersebut.

Bayangkan saja, melalui sebuah handphone berGPRS anda sudah bisa menyajikan informasi terkini seputar apa yang telah terjadi didepan anda. Anda bisa menjadi seorang citizen jurnalism yang membantu menyebarkan berita dengan cepat ke dunia. Seperti apa yang telah terjadi di Birma pada beberapa saat yang lalu. Dimana pemerintah bersikeras menutupi segala pembantaian yang terjadi, namun dunia tetap mengetahui kejadian yang terjadi sesungguhnya di negeri tersebut melalui postingan para blogger lokal maupun internasional.

Lalu apa bedanya blogging dan microblogging kalau begitu?
Menurut ringkas saya, blogging adalah sarana menuangkan ide, berita, kritik dan pikiran dalam bentuk tulisan maupun artikel. Sedangkan microblogging adalah sarana menuangkan informasi terkini dalam sebuah kalimat singkat. Hal ini sama saja dengan membedakan fungsi SURAT dan TELEGRAM. Dimana surat berisi informasi yang detil dan mendalam, sedangkan telegram berisi informasi yang singkat, padat dan jelas. Cukup mudah membedakannya bukan?

Ada Twitter, adapula Plurk maupun Kronologger (dari Indonesia)...
Yap..layanan microblogging yang muncul pada kisaran Mei tahun ini telah menjadi hobby baru para blogger di Indonesia. Saya pun ternyata ikut ketagihan ngeplurk / plurking ini. Dimulai dari microblogging di Status Updates Facebook yang diupdate setiap hari (bahkan jam xP), kebiasaan menulis update ini menjadi sebuah hobi baru yang mengasyikkan.
Tak heran mengapa kini Plurk telah menjadi mainan ketiga para netter Indonesia setelah situs pertemanan (Facebook/Friendster), mesin pencari (google), dan layanan blog.

Ngejunk mungkin lebih tepat istilahnya untuk para microblogger. Bagaimana tidak, dalam satu hari bisa saja isi postingannya hanya seputar curhatan atau aktifitas mereka. Biasanya mereka lebih bersemangat apabila postingannya dihinggapi oleh banyak komentator.

Lalu dengan semakin banyaknya layanan microblogging seperti ini bagaimana kita harus menghadapinya?Haruskah kita ikut kecanduan dengan semuanya????

Saya pribadi sangat suka microblogging di Status Updates Facebook. Namun secara etika rasanya tak etis menggunakan Status Updates Facebook sebagai tempat curhat terlalu rutin. Mengapa?

Pernahkan anda perhatikan bahwa Status Updates yang terpampang di halaman home Facebook hanyalah sebanyak 3 posting?Bayangkan apabila tiap 5 menit sekali anda membuat sebuah update baru. Maka yang terjadi adalah tabrakan updates antara update anda dengan teman - teman lainnya. Segala informasi terkini bisa saja tidak muncul karena kalah timing oleh postingan anda. Lalu sekarang dimana gunanya microblogging sebagai penyebar informasi jika dalam proses publikasinya saja masih seperti balapan liar yang tak terkendali?

Hal itulah akhirnya yang membuat saya mengerti mengapa masih banyak teman - teman lain kecanduan Plurking namun tetap aktif mengupdate Status Updatesnya walaupun tidak serutin di Plurk. Di layanan khusus microblogging seperti Plurk inilah tingkat balapan liar bisa semakin dikurangi dan rasio terbacanya informasipun lebih tinggi.

Saran saya pilihlah dengan bijak sarana microblogging anda sesuai dengan skala prioritas yang berlaku. Janganlah terlalu rutin ngejunk di tempat umum seperti Facebook, karena tidak semua teman anda di Facebook ingin membaca Status Updates anda terus bukan? Kecuali jika anda memang ingin memanfaatkan microblogging sebagai sarana advertising yang baru ;)

Hmm..celah baru,kesempatan baru..
bagaimana dengan anda?hahahahaha

3 komentar:

Budiawan Hutasoit mengatakan...

saya juga ikutan twitter, plurk, FB . tapi jarang update.
apalagi plurk..malah pengen karmanya turun..hehe..
lagi asyik droppin' entrecard..

ntar coba deh aktif lagi ngeplurk en nge-twit.

*lho ini pertamaxx ya*

Judotens Maulid Budiarto mengatakan...

lho knapa malah pgn karmanya turun??
btw..iya nih asik entrecard xP

Mr.Lizard mengatakan...

gak puny afb fs plurk dan bbullshit-bullshitnya :)